Logo

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi
(Ditjen Vokasi).

Jl. Jenderal Sudirman Gedung E Lantai III Senayan, Jakarta 10270
vokasi@kemdikbud.go.id

Lihat di Google Maps
Profil Kami
Berita
Gulir Ke Bawah
Cari

Kian Dicari, Profesi Teknisi Tidak Akan Mati

30 Juli 2020 01:44:00Kategori : Berita   Setditjen Diksi
Kian Dicari, Profesi Teknisi Tidak Akan Mati
Kian Dicari, Profesi Teknisi Tidak Akan Mati
Kian Dicari, Profesi Teknisi Tidak Akan Mati

Jakarta, Ditjen Diksi - Kemajuan teknologi telah menjadikan industri masa kini memiliki ragam pekerjaan yang terus berkembang. Salah satunya adalah profesi teknisi, khususnya pada bidang sepeda motor, otomotif, dan alat berat, yang dikupas secara menarik dalam “Vokasi Kini” yang disiarkan melalui stasiun TVRI pada Rabu (29/07). 

Seiring perkembangan zaman, keahlian teknisi merupakan salah satu bidang pekerjaan yang terus dicari oleh industri. Dalam dunia otomotif sendiri terdapat beberapa bidang yang dapat ditekuni, seperti perancangan, pengembangan atau development, produksi, manufacturing, serta perawatan.

Setyo Haryadi selaku Station Head United Tractor mengungkapkan besarnya peluang lulusan teknisi, terutama dalam bidang otomotif dalam memperoleh pekerjaan. Seperti kebutuhan operator alat berat di berbagai sektor pembangunan, pertambangan, dan pertanian yang semakin banyak tersebar di berbagai daerah.

“Teknik alat berat itu bisa dibilang mirip dengan otomotif. Jadi, semakin ke sini akan mengarah ke otomotisasi, controlling, dan kendali jarak jauh. Teman-teman yang dari jurusan IT atau teknik elektronika itu bisa join karena akan ada pengembangan ke arah situ,” ungkapnya. 

Pendapat senada dilontarkan GM Honda Astra Motor Ahmad Muhibuddin yang menilai teknisi merupakan profesi yang akan selalu dicari dengan harapan skill yang juga terus ditingkatkan. Misalnya, teknisi sepeda motor yang kian dibutuhkan karena populasinya paling banyak di antara sarana transportasi yang lain.

“Tentu saja kita butuh jumlah teknisi yang banyak juga. Ya, inline saja seiring dengan pertumbuhan yang semakin besar, tentu industri membutuhkan support dari teknisi-teknisi andal untuk melayani pengguna sepeda motor,” jelasnya. 

Sebagai ahli di bidang profesi teknisi, Ahmad menjelaskan bahwa ada banyak peluang bagi para teknisi dengan skill yang mumpuni dan keahlian spesialisasi tertentu untuk terus mengembangkan profesi ini secara nasional maupun internasional.  “Belum lagi kalau saya ngomongin masa depan dunia teknisi.  Kalau mereka punya spesialisasi dan keahlian, tidak menutup kemungkinan bisa go international,” ungkapnya. 

Kesempatan tersebut nyatanya diperoleh sosok Alfian yang memenangkan medali emas pada “ASEAN Skill 2018” lalu. Menurut mahasiswa Teknik Mesin STT Mandala Bandung ini, keinginan siswa untuk menekuni bidang perawatan mesin lebih tinggi dibandingkan dengan bidang lainnya. Pasalnya, seiring perkembangan dunia otomotif, teknisi menjadi salah satu profesi yang tak akan surut. “Karena sejatinya, dunia otomotif itu tidak akan mati, selama kita masih melihat kendaraan di dunia ini,” tuturnya.

Meski demikian, banyak faktor pendukung agar profesi teknisi menjadi jenjang karier yang menjanjikan, misalnya kebutuhan soft skill yang juga penting dimiliki agar dapat bertahan dalam industri. Menurut Alfian yang memiliki pengalaman bekerja di pabrik Toyota, kemampuan bersikap teknisi profesional mencakup perilaku penanganan kendaraan dengan hati-hati, pekerjaan yang cepat, tepat waktu, andal dalam keterampilan dan kebersihan, serta keselamatan kerja merupakan aspek penting yang harus dikuasai untuk bertahan di dunia industi. 

“Itu adalah prinsip yang harus dimiliki teknisi. Pasti nanti perusahaannya akan memberikan yang baik juga,” pungkasnya. (Diksi/TM/AP/AS) 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

Komentar ( 0 )
Beri Komentar

01.