Logo

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi
(Ditjen Vokasi).

Jl. Jenderal Sudirman Gedung E Lantai III Senayan, Jakarta 10270
vokasi@kemdikbud.go.id

Lihat di Google Maps
Profil Kami
Berita
Gulir Ke Bawah
Cari

Peluang Lebar Pengubah Karakter

20 November 2020 16:52:00Kategori : Berita   Setditjen Diksi
Peluang Lebar Pengubah Karakter
Peluang Lebar Pengubah Karakter
Peluang Lebar Pengubah Karakter

Jakarta, Ditjen Diksi - Kegiatan menata rias atau make up memang tak melulu membuat seseorang menjadi lebih elok dipandang, melainkan dapat mencerminkan ragam karakter. Hal inilah yang dibuktikan melaui sajian siswi PGRI 1 Kudus kala mengikuti ajang V-Factor Indonesia (19/11).

Polesan make up yang ditampilkan oleh Sika dan Vinda, duo siswi kelas XII dan XI jurusan kecantikan, ini  memang tidak biasanya, melainkan menghasilkan riasan wajah berkarakter menyeramkan yang biasa dipentaskan pada pertunjukan teater ataupun film. “Idenya dari kami, namun dibantu oleh para guru,” ujar Sika.

Tak hanya tampilan pada raut muka, namun secara keseluruhan karakter terlihat menyeramkan, baik dari wajah, tubuh maupun bagian lainnya dengan dilengkapi pelbagai aksesori pendukung karakter.

Perias lainnya, Vinda, menyebutkan, dirinya merasa sangat senang dapat mengikuti ajang V-Factor karena dapat menambah wawasan dan juga ilmu pengetahuan. Terlebih, “Saya senang sekali bisa merias Arafah (komika, sekaligus komentator V-Factor, red),” ujarnya bangga.

Sementara itu komentator yang juga produser film Tanah Air Sheila Timothy menyebutkan, dunia perfilman saat ini terus membutuhkan banyak make up artistik guna melengkapi kebutuhan shooting film. Pasalnya, “Film harus terlihat real, dan itu masih susah didapat. (Profesi, red) Ini merupakan peluang besar,” tuturnya.

Namun demikian, pekerjaan tersebut juga harus dapat menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang dilakukan oleh anggota tim lainnya untuk menghasilkan produksi film yang menarik. Selain itu, Sheila juga menyayangkan masih banyaknya bahan kosmetika yang dibutuhkan industri perfilman harus didatangkan dari luar negeri. Karenanya, “Pekerjaan ini juga membutuhkan kreasi dengan cara menyiasati barang-barang dasar yang mahal tersebut,” jelasnya. (Diksi/AP/KR)

Komentar ( 0 )
Beri Komentar

01.