Logo

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi
(Ditjen Vokasi).

Jl. Jenderal Sudirman Gedung E Lantai III Senayan, Jakarta 10270
vokasi@kemdikbud.go.id

Lihat di Google Maps
Profil Kami
Berita
Gulir Ke Bawah
Cari

Puncak Hakteknas 2022, Momen Kibarkan Transformasi dan Inovasi Teknologi Pendidikan Vokasi

10 Agustus 2022 15:32:27Kategori : Berita  
Puncak Hakteknas 2022, Momen Kibarkan Transformasi dan Inovasi Teknologi Pendidikan Vokasi
Puncak Hakteknas 2022, Momen Kibarkan Transformasi dan Inovasi Teknologi Pendidikan Vokasi
Puncak Hakteknas 2022, Momen Kibarkan Transformasi dan Inovasi Teknologi Pendidikan Vokasi
Puncak Hakteknas 2022, Momen Kibarkan Transformasi dan Inovasi Teknologi Pendidikan Vokasi

Jakarta, Ditjen Vokasi - Puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2022 resmi digelar di Kemendikbudristek, Jakarta (10/8). Gelaran yang mengusung tema “Transformasi dan Inovasi Pendidikan Melalui Teknologi” ini dihadiri langsung oleh Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

 

Pada kesempatan tersebut, Menteri Nadiem pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan pendidikan yang telah mendukung pelaksanaan program Merdeka Belajar.

 

“Dalam teknologi kita harus mengambil risiko. Selain itu, tanpa kolaborasi tidak akan tercapai. Lalu teknologi membutuhkan kerja nyata. Jadi, tiga kata kunci adalah keberanian, kolaborasi, dan kerja nyata,” ujar Nadiem.

 

Nadiem menambahkan, dengan adanya Platform Merdeka Mengajar, saat ini guru dapat belajar secara mandiri. “Saya mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar karena dapat belajar secara mandiri,” ujar Sandra, salah seorang guru penggerak, dalam acara talkshow yang dimoderatori oleh Menteri Nadiem.

 

Terkait Implementasi Kurikulum Merdeka, Nadiem kembali menyatakan bahwa kurikulum teranyar tersebut tidak dipaksakan kepada sekolah-sekolah. Namun kenyataannya, tercatat, “140 ribu sekolah di Indonesia secara mandiri memutuskan untuk mengadopsi Kurikulum Merdeka,” tutur Nadiem.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi tantangan bagi SMK. “Kami mengembangkan teknologi ini secara sistematis,” ujarnya.

Kiki menambahkan, perubahan teknologi yang cepat pada masa pandemik tidak mempengaruhi pergerakan bersama antar-peserta didik. “Ke depan, diharapkan teknologi dapat memperkuat cara pandang, cara pikir, dan cara kerja pendidikan di Indonesia,” tuturnya.

 

Gelaran tersebut juga menampilkan pemutaran video “Mahakarya Vokasi: Behind the Scene” yang digawangi Gastya Eka Putra, mahasiswa Polibatam dan Yusuf, mahasiswa ISBI Bandung. “Merdeka Belajar membuat kami dapat berkolaborasi hingga dapat menghasilkan Mahakarya Vokasi bagi Indonesia,” ujar Gastya.

 

Hadirnya Kembali Mahakarya Vokasi

Pada Puncak Hakteknas 2022 ini, Ditjen Pendidikan Vokasi menampilkan Festival Mahakarya Vokasi dalam balutan teknologi virtual reality (VR) yang merupakan hasil kolaborasi antara SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, Politeknik Negeri Batam, serta Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

 

Melalui kacamata VR ini para pengunjung diajak menjelajahi keindahan Indonesia dan menemukan harta karun berupa produk-produk karya siswa dan mahasiswa dari satuan pendidikan vokasi secara digital.

 

Sebelumnya, rangkaian pra Hakteknas 2022 juga telah diadakan semarak di Surabaya via Mahakarya Vokasi bertajuk “Vokasiland: Road to Hakteknas 2022”. Gelaran yang menghadirkan semangat kolaborasi, baik antarsatuan pendidikan vokasi maupun dengan industri ini menghadirkan ragam inovasi produk dari SMK maupun perguruan tinggi vokasi.

 

Selain pameran produk, gelaran tersebut juga diisi dengan berbagai acara menarik, seperti games dan kuis, temu komunitas, serta sejumlah talk show menarik dengan figur-figur inspiratif yang berasal dari pendidikan vokasi. Tak ketinggalan, hadir juga pameran digital senada dengan yang tersaji pada puncak Hakteknas, yakni Festival Mahakarya Vokasi.

 

Dirjen Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, mengatakan bahwa pendidikan vokasi sebagai pendidikan afirmatif memang menekankan pada pola keahlian, keterampilan untuk menjawab kebutuhan sosial dan masyarakat dalam mencapai kesejahteraan, mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, serta mendongkrak daya saing ekonomi.

 

“Salah satu arah pembangunan sumber daya manusia (SDM) kita ke depan adalah manusia-manusia pekerja keras yang dinamis, produktif, terampil serta mampu dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” terang Kiki. (Diksi/AP/NA)

Komentar ( 0 )
Beri Komentar

01.