Logo

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi
(Ditjen Vokasi).

Jl. Jenderal Sudirman Gedung E Lantai III Senayan, Jakarta 10270
vokasi@kemdikbud.go.id

Lihat di Google Maps
Profil Kami
Berita
Gulir Ke Bawah
Cari

Resmi ditutup, Gelaran ‘Mahakarya Vokasi 2022’ Bangkitkan Semangat Kolaborasi Anak Bangsa

01 Agustus 2022 16:05:00Kategori : Berita  
Resmi ditutup, Gelaran ‘Mahakarya Vokasi 2022’ Bangkitkan Semangat Kolaborasi Anak Bangsa
Resmi ditutup, Gelaran ‘Mahakarya Vokasi 2022’ Bangkitkan Semangat Kolaborasi Anak Bangsa
Resmi ditutup, Gelaran ‘Mahakarya Vokasi 2022’ Bangkitkan Semangat Kolaborasi Anak Bangsa

Surabaya, Ditjen Vokasi - Usai sudah pagelaran Mahakarya Vokasi bertajuk “Vokasiland-Road to Hakteknas 2022” yang digelar pada 28-31 Juli 2022, di Grand City Mall, Surabaya, Jawa Timur.

 

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan sinyal dalam tahap pemulihan pandemi Covid-19. “Kita akan memanfaatkan teknologi agar menjadi kuat di kemudian hari,” tegasnya.

 

Kegiatan ini, tambah Kiki, turut menyampaikan kepada masyarakat bahwa di tengah keprihatinan pandemik, pendidikan vokasi tidak pernah berhenti berkarya. “Hasil ini merupakan bukti kami (pendidikan vokasi) bekerja di tengah pandemik,” tuturnya.

 

Kiki juga menegaskan bahwa Vokasiland akan menampilkan episode-episode berikutnya. “Mudah-mudahan bisa menjelajahi seluruh Indonesia. Terlebih, Mahakarya Vokasi terwujud melalui kolaborasi. Oleh karena itu, pendidikan vokasi juga wajib menjalin kemitraan dengan dunia kerja. Kami juga akan bekerja sama, utamanya dengan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri,” ujarnya.

 

Tak ketinggalan, Kiki juga mengajak generasi muda untuk tetap semangat belajar. “Mari ciptakan masa depan indah bersama-sama,” tuturnya.

 

Gelaran Mahakarya Vokasi sendiri turut menyajikan ragam produk inovasi karya anak bangsa melalui satuan pendidikan vokasi. Karya –karya tersebut di antaranya adalah Ship Simulator karya BBPPMPV BMTI Cimahi, Sepeda Motor Trail Cassa dan Gas Bike (SMK Nasional Malang), Motor Listrik Tenaga Baterai dan Radio Vintage Kekinian (SMKN 5 Malang), Rompi Anti Peluru dan Ban Tanpa Angin (Politeknik Angkatan Darat), Mobil Listrik Tenaga Surya (Politeknik Negeri Jember), Robot Humanoid (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), Animasi (SMK RUS Kudus), serta berbagai produk-produk inovasi lainnya yang tidak kalah menarik.

 

Tak hanya pameran, dalam rangkaian ajang tersebut juga digelar talkshow yang menghadirkan para peserta didik, pendidik, serta profesional yang berasal dari lulusan satuan pendidikan vokasi.

 

Tak kalah menarik, acara 4 hari di Kota Pahlawan tersebut juga diramaikan dengan pertunjukan menarik dari satuan pendidikan vokasi. Di antaranya tutorial make up oleh para siswi SMK PGRI 1 Mejobo (Kudus), fashion show karya SMK NU Banat (Kudus) yang dibawakan oleh model profesional, flashmob yang digawangi oleh Kang Abing beserta siswa/siswi SMKN 12 Surabaya, serta alunan angklung besutan Mansyur Angklung, alumni Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

 

Tak hanya itu, para pengunjung juga turut menikmati kacamata virtual reality (VR) yang menyajikan karya kolaborasi antara Politeknik Negeri Batam, SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, dan ISBI Bandung.

 

Belum cukup? Gelaran juga dimeriahkan melalui permainan lomba mengumpulkan foto yang berhadiah handphone.

 

Salah seorang pengunjung, Niken (20 tahun), mengaku sangat menikmati gelaran yang disajikan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi tersebut. Dirinya pun merasakan turut bangga dengan apa yang dihasilkan melalui pendidikan vokasi tanah air. “Meski istilah ‘vokasi’ jarang saya dengar, tetapi melalui pameran ini saya menjadi lebih paham bahwa karya anak vokasi begitu banyak dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Lain lagi dengan Ahmad (45 tahun), seorang pegawai swasta di Surabaya. Ahmad yang membawa istri dan 2 anaknya yang masih duduk di bangku SD dan SMP tersebut mengaku senang kala dirinya tengah mengajak jalan-jalan keluarganya di Grand City Mall. “Melalui pameran ini saya menjadi turut paham bahwa lulusan SMK ternyata tidak hanya dapat bekerja di pabrik, melainkan dapat berkreasi menjadi wirausaha,” tuturnya. (Diksi/AP/NA)

Komentar ( 0 )
Beri Komentar

01.