Logo

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi
(Ditjen Vokasi).

Jl. Jenderal Sudirman Gedung E Lantai III Senayan, Jakarta 10270
vokasi@kemdikbud.go.id

Lihat di Google Maps
Profil Kami
Berita
Gulir Ke Bawah
Cari

Program Anyar Ciptakan Pendidikan Vokasi Lebih Menarik

06 Desember 2020 01:10:00Kategori : Berita   Setditjen Diksi
Program Anyar Ciptakan Pendidikan Vokasi Lebih Menarik
Program Anyar Ciptakan Pendidikan Vokasi Lebih Menarik
Program Anyar Ciptakan Pendidikan Vokasi Lebih Menarik

Jakarta, Ditjen Diksi - Di pengujung tahun 2020 ini Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi meluncurkan dua program spesial, yaitu Program D2 fast track untuk SMK dan program upgrade D3 menjadi sarjana terapan atau D4. Direktur Jendral Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto menjelaskan, dua hal yang mendasari munculnya kedua program ini, yaitu Merdeka Belajar untuk memberikan pendidikan yang sesuai dengan gairah dan passion anak- anak di masa depan. Kemudian yang kedua adalah untuk mendorong terwujudnya program “link and super-match” antara dunia pendidikan dan dunia industri.

“Dua aspek itulah yang mendasari kedua terobosan ini yang kita cetuskan. Insya Allah ini akan menjadi perubahan besar, akan menjadi motor penggerak dan mengubah arah pendidikan vokasi Indonesia. Yaitu, D3 kita upgrade menjadi D4, kemudian program SMK dikawinkan dengan pendidikan tinggi atau politeknik, dikawinkan dengan D2, tetapi ada fast track nya,” terang Wikan dalam acara “Ngobras” (Ngobrol Santai) yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube @TransvisionOfficial (4/12).

Wikan juga menjelaskan bahwa kedua program ini tidak wajib diikuti oleh satuan lembaga pendidikan vokasi maupun siswa SMK. Namun demikian, tentunya kedua program ini memiliki keunggulan. Selain memiliki waktu yang lebih singkat, pendidikan fast track ini juga melibatkan kerja sama 3 lembaga sehingga dapat memaksimalkan potensi lulusan yang ada. “Satu, jelas lebih pendek waktunya. Kedua, ini adalah pernikahan segitiga, yakni SMK, kampus vokasi atau politeknik, dan industri. Sehingga, kemampuan 3 tahun di SMK itu akan diakui dengan credit earning, atau credit transfer ke perguruan tinggi. Ini sebuah keuntungan bagi anak SMK,” tuturnya.

Begitupun dengan program upgrading D3 menjadi D4, yang memberikan efisiensi waktu untuk para lulusan diploma tanpa mengurangi kompetensi dan daya belajar yang didapatkan. “Kami sangat mendorong kampus vokasi untuk meng-upgrade sarjana terapan atau D3 menjadi D4, tapi syaratnya tidak main-main. Menu ini akan membuat roadmap pendidikan vokasi lebih menarik bagi anak-anak SMP atau anak-anak SMK untuk meneruskan ke diploma,” terangnya. 

Wikan pun mengaku optimistis jika melihat hasil survei informal yang disebar ke seluruh pendidikan tinggi vokasi di Indonesia. Tecatat, dalam seminggu menghasilkan 276 prodi yang tertarik untuk mengikuti program upgrading D3 menjadi D4 dengan jurusan teknik elektro, akuntansi, mesin, dan manajemen informatika sebagai jurusan terbanyak. Program yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi lulusan di dunia kerja ini, tentunya telah dirancang dengan berbagai persiapan yang matang serta telah melalui diskusi panjang oleh perwakilan dari dunia industri maupun lembaga pendidikan. “Sehingga, pembentukan soft skill leadership pada lulusan D4 ini bisa lebih komprehensif. Jangan hanya diajarikan teori dan praktik lebih banyak, anak-anak itu harus dibuat bergairah dulu. Makanya, anak-anak akan hadir dengan talenta terbaik mereka,” pungkasnya. (Diksi/TM/AP/KR)

Komentar ( 0 )
Beri Komentar

01.